Ink Heart Do What You Love! Love What You Do!

Ada Apa Dengan STIS ?




Assalamualaikum Wr. Wb

Hai!

Setelah memutuskan untuk hijrah kembali ke blog. Marilah kita mulai dengan sesuatu yang agak sedikit berfaedah (yeay)

Dari judulnya dapat diperkirakan para pembaca (kaya ada yang baca aja L) adalah para siswa2 (atau mantan siswa) yang sedang kesasar dengan kata kunci STIS di mbah google wkwk
Jadi, sebagai alumni yang baru jadi lulus dari kampus ini sepertinya sdh ada kewajiban untuk mengenalkan kampus abu-abu ini kepada teman-teman semua yang sedang kebingungan memikirkan masa depan J

Baiklah kita mulai dengan yang formal2 dulu kali yaa wkwk

Politeknik Statistika STIS (Polstat STIS), bentuk dan nama baru dari Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS) yang semula bernama Akademi Ilmu Statistik (AIS), merupakan perguruan tinggi kedinasan program D-IV dan D-III di lingkungan Badan Pusat Statistik (BPS) sejak tahun 1958. Polstat STIS mengemban visi menjadi lembaga pendidikan tinggi kedinasan yang berfungsi untuk mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang statistika dan komputasi statistik dengan mendidik kader yang memiliki kemampuan akademik/profesional. Dengan demikian lulusan Polstat STIS merupakan tenaga yang mampu merencanakan dan melaksanakan penelitian, melakukan analisis di bidang sosial-ekonomi serta merencanakan dan mengembangkan sistem informasi.

Kurikulum dibuat sesuai dengan perkembangan ilmu ekonomi, kependudukan, sosial, dan teknologi informasi. Proses dan metode pembelajaran ditekankan pada pengembangan ketrampilan di bidang statistik dan komputasi statistik. Polstat STIS mempunyai tiga program studi: Program Studi D-III Statistika, Program Studi D-IV Statistika – dengan dua bidang peminatan, yaitu Ekonomi dan Sosial Kependudukan – dan Program Studi D-IV Komputasi Statistik. Program Studi Statistika menghasilkan tenaga ahli statistik ekonomi serta tenaga ahli statistik sosial-kependudukan, dan Program Studi Komputasi Statistik menghasilkan tenaga ahli komputasi dan sistem informasi.


Nah jadi bisa simpulin kalau STIS a.k.a sekarang adalah Politeknik Statistika (PolStat) adalah tempat kuliahan gratis, yang digaji dan kalau lulus langsung kerja jadi PNS. Terlihat menyenangkan sekali ya wkwk. Ya itu yang enaknyaa… yang gak enaknyaaa kalau udah lulus kalian semua harus siap2 buat pisah dari orangtuaa dan merantau ke penjuru Indonesiaaa. Apalagi khususnya buat kalian-kalian yang berada merupakan putra daerah Jawa dan sekitarnyaa karena sudah berapa tahun ini STIS gak buka penempatan di daerah Jawa L.

Tapi tenang aja kok, bagi kalian yang berprestasi dan merupakan lulusan terbaik, kalian masih bisa memilih penempatan di BPS Pusat RI. Trus juga denger2 nih yaaa buat tahun ini yaitu kalian2 yang bakal jadi STIS angkatan 60. Selamat, beberapa orang kalian udah ditag ama kementrian lain untuk berkarier disana (ntaps kan).

Trus gak enaknya apalagi nih, ya selayaknya kuliah pada umumnya di STIS juga kalian harus rajin-rajin belajar apalagi di STIS ada ancaman D.O dan gak naik tingkat bagi mahasiswa yang tidak memenuhi syarat nilai mata kuliah. Tapi  untuk yang ini tenang aja karena di STIS terkenal dengan KSM ( Kelompok Study Mahasiswa) yaitu istilah keren untuk namanya belajar kelompok, yang enaknya lagi anak-anak STIS itu gak pelit dalam berbagi ilmu hahaha ( ini Serius loh) jadi kalau ada KSM pergunakanlah dengan sebaik-baiknyaa. “ Tapi ka, aku orangnya kuper gak pinter nyari temen. Nati ada yang ngajakin aku KSM gak ya?”, eitss tenang aja kalau udah masuk ke zona STIS kalian akan mendapat banyak tawaran KSM dari berbagai pihak wkwk dari KSM kelas, KSM Himada, KSM UKM, sampai KSM dari grup2 kecil lainnya yang membuat KSM berubah makna menjadi Kongkow Sampe Malem wkwk.

Jadi kalau kalian ngikutin alur dan bersikap layaknya mahasiswa normal pada umumnya insya Allah kalian akan Lulus dari STIS tepat waktu (Yeayyy).
Dan yang terpenting Kuliah di STIS itu banyak enaknyaa daripada gak enaknya J. Bener deh gak boong wkwk. Karena banyaknya pengalaman asik dan gak asik di STIS mungkin akan aku bikin beberapa part kali yaa….

Biar blog ini gak berdebu dan terlihat seperti banyak postingannya hehe.

Btw nih gengs, pendaftaran STIS udah buka loh dari tanggal 9 April- 30 April 2018. Cekidot aja tuh info lengkapnyaa di www.stis.ac.id.

Kami Tunggu jadi bagian dari STIS 60!! 
See You Soon Yaw.J








SORE




Soreku dulu hanya sesederhana wedang ronde dan gorengan
Tak perlu kopi harga 50 ribuan
Soreku hanya sebatas beranda rumah
Tak perlu kafe-kafe mewah
Soreku dulu hanya sebatas cerita
Antara bapak dan anaknya
Kemudian berbalas pertanyaan
Dan diakhiri dengan jawaban
Soreku dulu sederhana
.
.
.
.
-INQ-
13 Januari 2018


Tanya




Tuan, apa yang sedang kau lamunkan?
Tak sabar kuingin mendengar kisahmu
Kali ini tentang siapa?
Bunga desa yg lugu dan manis?
Atau kawan kuliahmu yg telah membuatmu gelisah?
Kopi ini sudah hampir habis, tuan
Belum juga ada cerita yang terucap
Apa gadis kali ini begitu sempurna, tuan?
Sampai-sampai membuatmu bengong macam orang kerasukan.
Ahh, kumulai bosan tuan.
Ku pulang sajalah, hari mulai mendung dan jemuran ibuku belum kuangkat.
“ Tunggu, pertanyaan kedua. Kamu”, jawab sang tuan.

-INQ-
13 Januari 2018

Perempuan


Perempuan-perempuan ibukota
Gayamu bagai artis ternama
Tak malu sudah kau bersolek ria
Menarik perhatian para pria
.
Perempuan-perempuan zaman sekarang
Dengan baju setengah telanjang
Menghampiri bapak-bapak hidung belang
.
Perempuan-perempuan masa kini
Akankah kartini bersedih hati
Melihat kaum yg dia bela setengah mati
Hanya menjadi beban negri ini
.
Perempuan, kau begitu berharga
Ditelapak kakimu terletak surga
Bibirmu adalah ladang do'a
Maka berlakulah selayaknya wanita.
.
.
.
-INQ-
Jakarta, 3 Desember 2017



Tentang kamu


Tentang perasaan
Adalah kata yg belum tersampaikan
Adalah rindu yg belum terbayarkan
Adalah sajak yg belum tertuntaskan
.
Tentang sepi
Adalah kata yg beranjak pergi
Adalah rindu yg menjadi-jadi
Adalah sajak yg menjadi basi
.
Dan tentang kamu
Adalah kata yg mengalun merdu
Adalah rindu yg menggebu
Adalah sajak yg pergi berlalu


Mendadak Pintar




Buka medsos share2an berbau politik dimana2 😕😕😕. Teman2 ku mendadak pengamat politik, padahal perasaan kuliahnya gak jurusan politik deh. Yah gak salah sih tapi ada baiknya kalau ngeshare sesuatu itu yg bermanfaat yang kita bener2 tau ilmunyaa, misalnya nih misalnya loh ini anak statistik baiknya lebih jago ngeinterpretasiin data dibanding interpretasi kata2 calon ketika lagi kampanye. Yah iykwim 😊😊
Politik mah sekedar tau aja biar kalau ngobrol ama orang nyambung gak usah dihayati broooo apalagi sampai belabelain calon yg kita dukung, ngejelek2an pesaingnya, Situ tim sukses?. Politik mah gak sepolos yg “kita” pikir. Orang-orang itu hari ini saingan gak ada yg jamin besok udah peluk2an. Udahlah gak usah analisis kejauhan bilang KPU dihack lah, si calon itu dipecat karena gak becus kerja lah, calon yg ini bersih suci tiada tara tanpa noda, ngebilang si mantan ngorbanin anaknya karena strategi, bahkan ada yg bilang si mantan yg nyusun skenario makar duhh please ya sii mantan itu pernah ngerasain pimpin negara ini 10 tahun doi juga dulunya TNI, masuk akal apa si bapake yg ngatur skenario makar 😑😑😑
Kejauhan atuh neng analisisnya
Heemm
Ini baru politiknya belum lagi nyerempet2 ke isu SARA. Ras ama agama.. Aduh Ini isu sensitif bgt taukk.. Bisa bikin orang sahabatan jadi berantem bahkan orang pacaran jadi putusan. Apalagi kalau ngomong agama, masalah keyakinan orang mau diapain? Kalau mereka mau menaati ajarannya agamanya, masa mau dilarang? Kalau mereka gak percaya sama ajaran agamanya karena berbagai pertimbangan ya mau digimanain? Masa mau dipaksa…
Sama aja dengan para etnis tionghoa yg mau milih sodaranya, gak ada larangan buat itu. Hak semua warga negara itu mah mau milih siapa aja dengan alasan apa aja dengan pertimbangan apa aja entah mau milihnya dengan analisis ribet 2 halaman kertas polio atau cuman sekedar capcipcup di balik bilik TPS, itu mah suka2 mereka yg milih..
Yg jadi masalah sekarang orang2 tiba2, tiba2 lagi nih bnyak yg jadi ahli agama dan hak asasi manusia.
Mau menegakkan hak asasi manusia katanya padahal indonesia kurang toleransi apasih? libur nasional buat 6 agama ada… Rumah ibadah semua agama hampir disemua daerah ada ( kesampingkan dulu satu dua kasus yg perlu tulisan sendiri kalau mau dibahas) Hak semua warga negara berstatus WNI boleh mencalonkan diri sebagai calon kepala daerah dan memiliki Hak untuk memilih juga terjalan dengan baik, buktinya? Ya si bapa petahana buktinya bisa nyalon kan?
Yg terakhir ininih yg bikin paling kzl mendadak ahli agama bahkan “berasa” lebih pinter dari orang2 yg udah banyak belajar agama bahkan sampai kenegri seberang, bener sih tingkatan ilmu yg terendah itu kalau tahu sedikit sombongnya minta ampun. Gak yakin juga sih nih orang2 nyinyir baca Alquran setiap hari mungkin lebih bnyak baca fp facebook idolanya biar bisa nge share hoax2. Disini aku gak nyindir orang yg non muslim karena kalau mereka nyinyir masalah agama itu karena mereka gak ngerti dan tentu mereka gak mau ngerti orang itu bukan agama mereka. Yg bikin nyesek itu sesama muslim tapi nyinyirin ulama atas dasar toleransi, biar apa sih? Biar dikata orang yg open minded gitu? Hufft, bnyak istigfar aja deh. Mending gak usah sok2an kalau ilmunya belum nyampe. Ilmu diriku pun belum nyampe untuk menasehati mereka tapi kewajiban kita untuk saling mengingatkan. Semoga Allah mengampuni dosa kita semua yg brother and sister kali aja besok kita malaikat izrail udah dateng ke kamar kita. Mau bawa apa ke akhirat? Postingan hoax yg kita bgikan yg bnyak like dan komennya itu? Bawa amalan atuh, udah bnyak belum amalannnya?
.
.
.
.
Dih curhatnya jadi kemana2. .
Biarlah daripada uneg2 ini tersimpan dihati.
.
.
Wassalam. 👐👐👐


Data



Tiba-tiba banyak orang yg pinter ngomong soal data. Cerdas sekali berkomentar dengan angka-angka. Teliti sekali dengan sumber data-data. Kritis sekali memilah sumber yang katanya bisa dipercaya.
Padahal beberapa hari sebelumnya sebuah lembaga penyedia data di negri ini baru saja “di kebiri” (entah hanya kata ini yg terfikir) oleh salah satu media mainstream. Framing yang sangat jahat seolah-olah mengajak masyarakat tidak percaya akan data yg telah dihasilkan. Narasi jahat yg membuat masyarakat ragu dengan integritas para tukang cacah itu. Istilah “Statistisi boleh salah tapi tidak boleh bohong” sepertinya belum pernah didengar oleh para pemilik media-media negri ini.
.
.
Buat para “pengamat data dadakan” yang meragukan data. Cobalah tanya pada diri sendiri apakah sudah jujur dalam menjawab pertanyaan yg diajukan para petugas pengumpul data? Apakah anda menerima dengan baik para petugas pengumpul data? Apakah selama ini anda tahu bahwa seluruh WNI BERKEWAJIBAN menurut UU untuk menjawab pertanyaan yg diajukan oleh petugas sensus/survei?
.
.
Yah, mental inilah yang sedang dialami bangsa kita,tahu sedikit tetapi merasa ahli. Sedikit tahu sudah berani menyalahkan para ahli.
.
.
.
Sebenarnya agak ragu untuk berkomentar tentang masalah ini karena apalah aku, hanya mahasiswa tingkat akhir yg masih kebingungan mencari data untuk skripsi. Masih berkutat dengan metode analisis yang pas.
Belum mengerti dunia kerja pencacahan nanti. Mungkin para ahli dapat membenarkan tulisan ini jika dianggap salah 😄
.
.
.
Data ada untuk mencari solusi. Bukan untuk diperdebatkan. 


Baik


Katanya tetaplah menjadi baik
Jika suatu saat tidak menemukan orang baik
Maka kamu akan ditemukan oleh orang baik.
Tapi bagaimana jika 2 orang baik itu tidak tahu bahwa satu sama lain adalah orang yang baik?
.
.
.
Ya setidaknya kamu telah menjadi orang yang baik.


Tanggal 4




Angka 4 bulan ini seolah menjadi angka keramat bagi sebagian orang. You know lah what I mean. 😶😶
Begitupun bagi kami mahasiswa tingkat 4 ST*S. Bukan karena kami (mahasiswa angkatan tua) ini ikut dalam aksi (yg katanya) terbesar tahun ini. Tapi lebih kepada beban terbesar kami tahun ini. Yes, skripsi begitu orang-orang memanggilnya. Tanggal 4 bulan ini memang ada kuliah umum tentang brainstorming skripsi.
Deadline proposal yg masih tak ada kabarnya membuat (sebagian) kami berandai-andai tentang pengunduran tanggal deadline. Benar2 tipikal khas mahasiswa.
.
.
.
Terdengar cupu memang saat sebagian besar mahasiswa lain ikut dalam gerakan itu kami para “mahasiswa plat merah” ini hanya bisa diam. Karena dilarang untuk turun ke jalan. Ehm, dilarang? Ya, sepertinya peraturan itu tertulis dalam buku pedoman mahasiswa. Tapi walaupun itu tak tertulis. Kupikir kami lebih memilih “bergerak” dengan cara kami sendiri. Karena “bergerak” tak hanya dengan turun ke jalan bukan?
Misalnya bergerak ke perpustakaan yang berisi jendela dunia. Bergerak. Ambil bukumu. Buka laptopmu. Kerjakan skripsimu.
.
.
.
Terlalu banyak analisis tentang tgl 4. Dari yg masuk akal. Begitu keluar tak lagi berakal (abaikan) . Gimana jika kita analisis, faktor-faktor yang mempengaruhi perekonomian indonesia aja ? Atau analisis ekspor-impor komoditas utama ke negara tujuan?
Pakai metode apa tuh?. Time series? Eh tapi datanya kurang panjang ya? Ehm dibikin panel aja. Padahal RLB juga bisa sih. 4 tahun belajar statistik masa pakai RLB. Terus RLB nangis di pojokan sambil berdoa salah RLB apasih ya Allah? 😢.
.
.
Yaa percakapan diatas adalah obrolan khas anak tingkat 4 di kelas. Di mesjid. Di kantin. Di toilet. Bahkan sampai di jalan menuju pulang. Tentu percakapan diatas tak berhubungan langsung dengan tgl 4. Tapi biarlah. Karena yg korelasinya tinggi saja bisa jadi spurious. Jadi bisa saja yg korelasinya 0 bisa jadi berjodoh ( loh kok jadi ke jodoh)😅😅.
.
.
Akhir kata selamat malam para pejuang skripsi!!! Selamat melanjutkan proposal


(Mantap) Jiwa




Hai jiwa2 yg kesepian
Kutemani kau dengan segelas kopi pekat mahal
Yg pahit jika kau telan
Yg sayang jika kau buang
Hai jiwa2 kebingungan
Adakah hatimu masih kau diamkan
Terkunci tak selamanya aman
Terbuka tak selamanya hilang
Hai jiwa2 yg lapar
Laparmu bukan tentang makanan
Yg kosong bukan perutmu
Maka beri makan dulu hatimu


Media Sirkus



Hai sutradara sirkus perdebatan
Tak cukupkah semalaman bersalto ria di panggung media
Lelah mata ini melihat para singa saling sikut
Lelah telinga ini mendengar para macan saling caci
Yah binatang selayaknya memang begitu
Mereka tak punya akal
Tak punya sanubari
Biarlah darah2 mereka berceceran malam ini diantara lelap mereka.
Penonton sudah tak peduli.



Tuhan,kukembalikan saja perasaanku ini padaMu
Aku takut tak bisa menjaganya,
Titipkanlah lagi padaku ketika aku sudah siap. Dia sudah siap. Waktu sudah siap.