Aisyah, gadis usia SMP itu tengah asik memainkan gadget terbarunya berselancar dengan dunia penuh informasi terupdate, sambil sesekali mulutnya bersenandung mengikuti musik barat terbaru yang mengalun dari gadgetnya
Dari balik layar gadgetnya terlihat berbagai artikel gosip artis terkini. Artis A bercerai dengan Artis B, artis B menikah kembali dengan artis C. Pejabat ketahuan berselingkuh dengan seorang penyanyi muda. Artis X digosipkan cinlok dengan artis Bule Y. Dan blablabla.
Tangan mungil Aisyah asik menscroll layar membaca komentar-komentar netizen. Ada yg mendukung, mendo'akan, bahkan mengkritik dengan kata-kata kasar yang mengakibatkan perang komentar. Para fans mati-matian mendukung si Artis seolah-olah mereka kenal baik dengan si Artis.
Tangan mungil Aisyah kembali dengan lincah menekan beberapa new tab yang sedang memuat artikel lainnya. Mata indah si Cantik Aisyah serius menatap layar gadgetnya. Sorot matanya menunjukkan keingintahuan seorang gadis ibukota.
Aisyah, gadis belia itu dewasa sebelum waktunya.
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Jauh beribu-ribu kilometer dari tempat Aisyah duduk, Tampak Aisyah yang lain tengah berdiri Tegap dengan posisi tangan siap memegang senjata laras panjang. Matanya fokus melihat kekanan dam kekiri. Telinganya samar-samar mendengar ledakan disudut kota lainnya. Sambil benaknya berfikir siapa lagi orang yg dikenalnya yg harus dia antarkan ke pemakaman besok subuh.
Beberapa meter dari tempatnya berdiri, terlihat jenazah seorang kakek penjual roti yang sering memberi roti gratis kepada Aisyah dan teman-temannya ketika bermain di sekitar tokonya. Dari kepala kakek tersebut darah segar masih mengalir. Aisyah tak mual lagi melihat pemandangan seperti itu. Tak ada airmata dari balik matanya. Namun sorot matanya menunjukkan ketegaran dan kedewasaan seorang Gadis di tanah perang
Aisyah, gadis belia itu dewasa sebelum waktunya.
-Jakarta
0 komentar:
Posting Komentar