Terkantuk-kantuk kutunggu kau di situ
Di kursi panjang penjemput itu
Tak terhitung berapa kali hentakan kaki mengetuk lantai
Mungkin sebanyak harap dan cemas yang kupikirkan setiap malam
Akhirnya Lambaian tanganmu membuat raga ini berdiri, ingin
menyambut dan bibir siap berkata “Selamat Datang”
Tapi lambaian Tanganmu seolah menyiratkan arti yang lain.Baru kutau ketika kakimu tak berjalan mendekat. Ahh, itu lambaian “Selamat Tinggal”.
Jakarta,13 Januari 2016.
- Selamat Tahun Baru untukmu yang merayakan-

0 komentar:
Posting Komentar