Ink Heart Do What You Love! Love What You Do!

Ada Apa Dengan STIS ?




Assalamualaikum Wr. Wb

Hai!

Setelah memutuskan untuk hijrah kembali ke blog. Marilah kita mulai dengan sesuatu yang agak sedikit berfaedah (yeay)

Dari judulnya dapat diperkirakan para pembaca (kaya ada yang baca aja L) adalah para siswa2 (atau mantan siswa) yang sedang kesasar dengan kata kunci STIS di mbah google wkwk
Jadi, sebagai alumni yang baru jadi lulus dari kampus ini sepertinya sdh ada kewajiban untuk mengenalkan kampus abu-abu ini kepada teman-teman semua yang sedang kebingungan memikirkan masa depan J

Baiklah kita mulai dengan yang formal2 dulu kali yaa wkwk

Politeknik Statistika STIS (Polstat STIS), bentuk dan nama baru dari Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS) yang semula bernama Akademi Ilmu Statistik (AIS), merupakan perguruan tinggi kedinasan program D-IV dan D-III di lingkungan Badan Pusat Statistik (BPS) sejak tahun 1958. Polstat STIS mengemban visi menjadi lembaga pendidikan tinggi kedinasan yang berfungsi untuk mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang statistika dan komputasi statistik dengan mendidik kader yang memiliki kemampuan akademik/profesional. Dengan demikian lulusan Polstat STIS merupakan tenaga yang mampu merencanakan dan melaksanakan penelitian, melakukan analisis di bidang sosial-ekonomi serta merencanakan dan mengembangkan sistem informasi.

Kurikulum dibuat sesuai dengan perkembangan ilmu ekonomi, kependudukan, sosial, dan teknologi informasi. Proses dan metode pembelajaran ditekankan pada pengembangan ketrampilan di bidang statistik dan komputasi statistik. Polstat STIS mempunyai tiga program studi: Program Studi D-III Statistika, Program Studi D-IV Statistika – dengan dua bidang peminatan, yaitu Ekonomi dan Sosial Kependudukan – dan Program Studi D-IV Komputasi Statistik. Program Studi Statistika menghasilkan tenaga ahli statistik ekonomi serta tenaga ahli statistik sosial-kependudukan, dan Program Studi Komputasi Statistik menghasilkan tenaga ahli komputasi dan sistem informasi.


Nah jadi bisa simpulin kalau STIS a.k.a sekarang adalah Politeknik Statistika (PolStat) adalah tempat kuliahan gratis, yang digaji dan kalau lulus langsung kerja jadi PNS. Terlihat menyenangkan sekali ya wkwk. Ya itu yang enaknyaa… yang gak enaknyaaa kalau udah lulus kalian semua harus siap2 buat pisah dari orangtuaa dan merantau ke penjuru Indonesiaaa. Apalagi khususnya buat kalian-kalian yang berada merupakan putra daerah Jawa dan sekitarnyaa karena sudah berapa tahun ini STIS gak buka penempatan di daerah Jawa L.

Tapi tenang aja kok, bagi kalian yang berprestasi dan merupakan lulusan terbaik, kalian masih bisa memilih penempatan di BPS Pusat RI. Trus juga denger2 nih yaaa buat tahun ini yaitu kalian2 yang bakal jadi STIS angkatan 60. Selamat, beberapa orang kalian udah ditag ama kementrian lain untuk berkarier disana (ntaps kan).

Trus gak enaknya apalagi nih, ya selayaknya kuliah pada umumnya di STIS juga kalian harus rajin-rajin belajar apalagi di STIS ada ancaman D.O dan gak naik tingkat bagi mahasiswa yang tidak memenuhi syarat nilai mata kuliah. Tapi  untuk yang ini tenang aja karena di STIS terkenal dengan KSM ( Kelompok Study Mahasiswa) yaitu istilah keren untuk namanya belajar kelompok, yang enaknya lagi anak-anak STIS itu gak pelit dalam berbagi ilmu hahaha ( ini Serius loh) jadi kalau ada KSM pergunakanlah dengan sebaik-baiknyaa. “ Tapi ka, aku orangnya kuper gak pinter nyari temen. Nati ada yang ngajakin aku KSM gak ya?”, eitss tenang aja kalau udah masuk ke zona STIS kalian akan mendapat banyak tawaran KSM dari berbagai pihak wkwk dari KSM kelas, KSM Himada, KSM UKM, sampai KSM dari grup2 kecil lainnya yang membuat KSM berubah makna menjadi Kongkow Sampe Malem wkwk.

Jadi kalau kalian ngikutin alur dan bersikap layaknya mahasiswa normal pada umumnya insya Allah kalian akan Lulus dari STIS tepat waktu (Yeayyy).
Dan yang terpenting Kuliah di STIS itu banyak enaknyaa daripada gak enaknya J. Bener deh gak boong wkwk. Karena banyaknya pengalaman asik dan gak asik di STIS mungkin akan aku bikin beberapa part kali yaa….

Biar blog ini gak berdebu dan terlihat seperti banyak postingannya hehe.

Btw nih gengs, pendaftaran STIS udah buka loh dari tanggal 9 April- 30 April 2018. Cekidot aja tuh info lengkapnyaa di www.stis.ac.id.

Kami Tunggu jadi bagian dari STIS 60!! 
See You Soon Yaw.J








SORE




Soreku dulu hanya sesederhana wedang ronde dan gorengan
Tak perlu kopi harga 50 ribuan
Soreku hanya sebatas beranda rumah
Tak perlu kafe-kafe mewah
Soreku dulu hanya sebatas cerita
Antara bapak dan anaknya
Kemudian berbalas pertanyaan
Dan diakhiri dengan jawaban
Soreku dulu sederhana
.
.
.
.
-INQ-
13 Januari 2018


Tanya




Tuan, apa yang sedang kau lamunkan?
Tak sabar kuingin mendengar kisahmu
Kali ini tentang siapa?
Bunga desa yg lugu dan manis?
Atau kawan kuliahmu yg telah membuatmu gelisah?
Kopi ini sudah hampir habis, tuan
Belum juga ada cerita yang terucap
Apa gadis kali ini begitu sempurna, tuan?
Sampai-sampai membuatmu bengong macam orang kerasukan.
Ahh, kumulai bosan tuan.
Ku pulang sajalah, hari mulai mendung dan jemuran ibuku belum kuangkat.
“ Tunggu, pertanyaan kedua. Kamu”, jawab sang tuan.

-INQ-
13 Januari 2018

Perempuan


Perempuan-perempuan ibukota
Gayamu bagai artis ternama
Tak malu sudah kau bersolek ria
Menarik perhatian para pria
.
Perempuan-perempuan zaman sekarang
Dengan baju setengah telanjang
Menghampiri bapak-bapak hidung belang
.
Perempuan-perempuan masa kini
Akankah kartini bersedih hati
Melihat kaum yg dia bela setengah mati
Hanya menjadi beban negri ini
.
Perempuan, kau begitu berharga
Ditelapak kakimu terletak surga
Bibirmu adalah ladang do'a
Maka berlakulah selayaknya wanita.
.
.
.
-INQ-
Jakarta, 3 Desember 2017



Tentang kamu


Tentang perasaan
Adalah kata yg belum tersampaikan
Adalah rindu yg belum terbayarkan
Adalah sajak yg belum tertuntaskan
.
Tentang sepi
Adalah kata yg beranjak pergi
Adalah rindu yg menjadi-jadi
Adalah sajak yg menjadi basi
.
Dan tentang kamu
Adalah kata yg mengalun merdu
Adalah rindu yg menggebu
Adalah sajak yg pergi berlalu


Mendadak Pintar




Buka medsos share2an berbau politik dimana2 😕😕😕. Teman2 ku mendadak pengamat politik, padahal perasaan kuliahnya gak jurusan politik deh. Yah gak salah sih tapi ada baiknya kalau ngeshare sesuatu itu yg bermanfaat yang kita bener2 tau ilmunyaa, misalnya nih misalnya loh ini anak statistik baiknya lebih jago ngeinterpretasiin data dibanding interpretasi kata2 calon ketika lagi kampanye. Yah iykwim 😊😊
Politik mah sekedar tau aja biar kalau ngobrol ama orang nyambung gak usah dihayati broooo apalagi sampai belabelain calon yg kita dukung, ngejelek2an pesaingnya, Situ tim sukses?. Politik mah gak sepolos yg “kita” pikir. Orang-orang itu hari ini saingan gak ada yg jamin besok udah peluk2an. Udahlah gak usah analisis kejauhan bilang KPU dihack lah, si calon itu dipecat karena gak becus kerja lah, calon yg ini bersih suci tiada tara tanpa noda, ngebilang si mantan ngorbanin anaknya karena strategi, bahkan ada yg bilang si mantan yg nyusun skenario makar duhh please ya sii mantan itu pernah ngerasain pimpin negara ini 10 tahun doi juga dulunya TNI, masuk akal apa si bapake yg ngatur skenario makar 😑😑😑
Kejauhan atuh neng analisisnya
Heemm
Ini baru politiknya belum lagi nyerempet2 ke isu SARA. Ras ama agama.. Aduh Ini isu sensitif bgt taukk.. Bisa bikin orang sahabatan jadi berantem bahkan orang pacaran jadi putusan. Apalagi kalau ngomong agama, masalah keyakinan orang mau diapain? Kalau mereka mau menaati ajarannya agamanya, masa mau dilarang? Kalau mereka gak percaya sama ajaran agamanya karena berbagai pertimbangan ya mau digimanain? Masa mau dipaksa…
Sama aja dengan para etnis tionghoa yg mau milih sodaranya, gak ada larangan buat itu. Hak semua warga negara itu mah mau milih siapa aja dengan alasan apa aja dengan pertimbangan apa aja entah mau milihnya dengan analisis ribet 2 halaman kertas polio atau cuman sekedar capcipcup di balik bilik TPS, itu mah suka2 mereka yg milih..
Yg jadi masalah sekarang orang2 tiba2, tiba2 lagi nih bnyak yg jadi ahli agama dan hak asasi manusia.
Mau menegakkan hak asasi manusia katanya padahal indonesia kurang toleransi apasih? libur nasional buat 6 agama ada… Rumah ibadah semua agama hampir disemua daerah ada ( kesampingkan dulu satu dua kasus yg perlu tulisan sendiri kalau mau dibahas) Hak semua warga negara berstatus WNI boleh mencalonkan diri sebagai calon kepala daerah dan memiliki Hak untuk memilih juga terjalan dengan baik, buktinya? Ya si bapa petahana buktinya bisa nyalon kan?
Yg terakhir ininih yg bikin paling kzl mendadak ahli agama bahkan “berasa” lebih pinter dari orang2 yg udah banyak belajar agama bahkan sampai kenegri seberang, bener sih tingkatan ilmu yg terendah itu kalau tahu sedikit sombongnya minta ampun. Gak yakin juga sih nih orang2 nyinyir baca Alquran setiap hari mungkin lebih bnyak baca fp facebook idolanya biar bisa nge share hoax2. Disini aku gak nyindir orang yg non muslim karena kalau mereka nyinyir masalah agama itu karena mereka gak ngerti dan tentu mereka gak mau ngerti orang itu bukan agama mereka. Yg bikin nyesek itu sesama muslim tapi nyinyirin ulama atas dasar toleransi, biar apa sih? Biar dikata orang yg open minded gitu? Hufft, bnyak istigfar aja deh. Mending gak usah sok2an kalau ilmunya belum nyampe. Ilmu diriku pun belum nyampe untuk menasehati mereka tapi kewajiban kita untuk saling mengingatkan. Semoga Allah mengampuni dosa kita semua yg brother and sister kali aja besok kita malaikat izrail udah dateng ke kamar kita. Mau bawa apa ke akhirat? Postingan hoax yg kita bgikan yg bnyak like dan komennya itu? Bawa amalan atuh, udah bnyak belum amalannnya?
.
.
.
.
Dih curhatnya jadi kemana2. .
Biarlah daripada uneg2 ini tersimpan dihati.
.
.
Wassalam. 👐👐👐


Data



Tiba-tiba banyak orang yg pinter ngomong soal data. Cerdas sekali berkomentar dengan angka-angka. Teliti sekali dengan sumber data-data. Kritis sekali memilah sumber yang katanya bisa dipercaya.
Padahal beberapa hari sebelumnya sebuah lembaga penyedia data di negri ini baru saja “di kebiri” (entah hanya kata ini yg terfikir) oleh salah satu media mainstream. Framing yang sangat jahat seolah-olah mengajak masyarakat tidak percaya akan data yg telah dihasilkan. Narasi jahat yg membuat masyarakat ragu dengan integritas para tukang cacah itu. Istilah “Statistisi boleh salah tapi tidak boleh bohong” sepertinya belum pernah didengar oleh para pemilik media-media negri ini.
.
.
Buat para “pengamat data dadakan” yang meragukan data. Cobalah tanya pada diri sendiri apakah sudah jujur dalam menjawab pertanyaan yg diajukan para petugas pengumpul data? Apakah anda menerima dengan baik para petugas pengumpul data? Apakah selama ini anda tahu bahwa seluruh WNI BERKEWAJIBAN menurut UU untuk menjawab pertanyaan yg diajukan oleh petugas sensus/survei?
.
.
Yah, mental inilah yang sedang dialami bangsa kita,tahu sedikit tetapi merasa ahli. Sedikit tahu sudah berani menyalahkan para ahli.
.
.
.
Sebenarnya agak ragu untuk berkomentar tentang masalah ini karena apalah aku, hanya mahasiswa tingkat akhir yg masih kebingungan mencari data untuk skripsi. Masih berkutat dengan metode analisis yang pas.
Belum mengerti dunia kerja pencacahan nanti. Mungkin para ahli dapat membenarkan tulisan ini jika dianggap salah 😄
.
.
.
Data ada untuk mencari solusi. Bukan untuk diperdebatkan. 


Baik


Katanya tetaplah menjadi baik
Jika suatu saat tidak menemukan orang baik
Maka kamu akan ditemukan oleh orang baik.
Tapi bagaimana jika 2 orang baik itu tidak tahu bahwa satu sama lain adalah orang yang baik?
.
.
.
Ya setidaknya kamu telah menjadi orang yang baik.


Tanggal 4




Angka 4 bulan ini seolah menjadi angka keramat bagi sebagian orang. You know lah what I mean. 😶😶
Begitupun bagi kami mahasiswa tingkat 4 ST*S. Bukan karena kami (mahasiswa angkatan tua) ini ikut dalam aksi (yg katanya) terbesar tahun ini. Tapi lebih kepada beban terbesar kami tahun ini. Yes, skripsi begitu orang-orang memanggilnya. Tanggal 4 bulan ini memang ada kuliah umum tentang brainstorming skripsi.
Deadline proposal yg masih tak ada kabarnya membuat (sebagian) kami berandai-andai tentang pengunduran tanggal deadline. Benar2 tipikal khas mahasiswa.
.
.
.
Terdengar cupu memang saat sebagian besar mahasiswa lain ikut dalam gerakan itu kami para “mahasiswa plat merah” ini hanya bisa diam. Karena dilarang untuk turun ke jalan. Ehm, dilarang? Ya, sepertinya peraturan itu tertulis dalam buku pedoman mahasiswa. Tapi walaupun itu tak tertulis. Kupikir kami lebih memilih “bergerak” dengan cara kami sendiri. Karena “bergerak” tak hanya dengan turun ke jalan bukan?
Misalnya bergerak ke perpustakaan yang berisi jendela dunia. Bergerak. Ambil bukumu. Buka laptopmu. Kerjakan skripsimu.
.
.
.
Terlalu banyak analisis tentang tgl 4. Dari yg masuk akal. Begitu keluar tak lagi berakal (abaikan) . Gimana jika kita analisis, faktor-faktor yang mempengaruhi perekonomian indonesia aja ? Atau analisis ekspor-impor komoditas utama ke negara tujuan?
Pakai metode apa tuh?. Time series? Eh tapi datanya kurang panjang ya? Ehm dibikin panel aja. Padahal RLB juga bisa sih. 4 tahun belajar statistik masa pakai RLB. Terus RLB nangis di pojokan sambil berdoa salah RLB apasih ya Allah? 😢.
.
.
Yaa percakapan diatas adalah obrolan khas anak tingkat 4 di kelas. Di mesjid. Di kantin. Di toilet. Bahkan sampai di jalan menuju pulang. Tentu percakapan diatas tak berhubungan langsung dengan tgl 4. Tapi biarlah. Karena yg korelasinya tinggi saja bisa jadi spurious. Jadi bisa saja yg korelasinya 0 bisa jadi berjodoh ( loh kok jadi ke jodoh)😅😅.
.
.
Akhir kata selamat malam para pejuang skripsi!!! Selamat melanjutkan proposal


(Mantap) Jiwa




Hai jiwa2 yg kesepian
Kutemani kau dengan segelas kopi pekat mahal
Yg pahit jika kau telan
Yg sayang jika kau buang
Hai jiwa2 kebingungan
Adakah hatimu masih kau diamkan
Terkunci tak selamanya aman
Terbuka tak selamanya hilang
Hai jiwa2 yg lapar
Laparmu bukan tentang makanan
Yg kosong bukan perutmu
Maka beri makan dulu hatimu


Media Sirkus



Hai sutradara sirkus perdebatan
Tak cukupkah semalaman bersalto ria di panggung media
Lelah mata ini melihat para singa saling sikut
Lelah telinga ini mendengar para macan saling caci
Yah binatang selayaknya memang begitu
Mereka tak punya akal
Tak punya sanubari
Biarlah darah2 mereka berceceran malam ini diantara lelap mereka.
Penonton sudah tak peduli.



Tuhan,kukembalikan saja perasaanku ini padaMu
Aku takut tak bisa menjaganya,
Titipkanlah lagi padaku ketika aku sudah siap. Dia sudah siap. Waktu sudah siap.


Namamu


Pernah kueja namamu dalam pikiran di penghujung malamku.
Pernah kubisikkan namamu diantara aamiin-aamiin sepertiga malamku.
Pernah.



Kau pernah hadir
Mengajariku mendulang asa
dimuara harapan
Mematahkan sekat antara ada dan tiada
Mengubah arti selamat tinggal menjadi menyenangkan
Kau pernah hadir lalu pergi menjadi uap.



Kau sambut pagimu dengan tawa
Kau lari tinggalkan gelap yang menjauh
Langkahmu tinggalkan jejak di jalanan basah bekas hujan semalam
Lalu aku masih disini
Bersinarkan gelap menggenggam kata-kata yang pernah kau bisikkan.




Tik



Tik Tok Tik Tok,
Jam dinding mulai terkantuk
Menunggu sang empunya terlelap
Untuk redupkan lampu kata-kata


Selamat datang, kukira.



Terkantuk-kantuk kutunggu kau di situ
Di kursi panjang penjemput itu
Tak terhitung berapa kali hentakan kaki mengetuk lantai
Mungkin sebanyak harap dan cemas yang kupikirkan setiap malam
Akhirnya Lambaian tanganmu membuat raga ini berdiri, ingin menyambut dan bibir siap berkata “Selamat Datang”
Tapi lambaian Tanganmu seolah menyiratkan arti yang lain.
Baru kutau ketika kakimu tak berjalan mendekat. Ahh, itu lambaian “Selamat Tinggal”.
Jakarta,13 Januari 2016.
- Selamat Tahun Baru untukmu yang merayakan-


Dua


Karena selalu ada 2 Hati yang setengahnya mereka titipkan padamu.
Karena selalu ada 2 Jiwa yang diam-diam menjagamu dalam do'a.
Karena selalu ada 2 Orang yang merelakan separuh hidupnya kau usik sepanjang waktu.



Bahkan matahari selalu muncul setiap pagi, tak peduli kau memperhatikannya atau tidak.

Kadang dia terlihat begitu Indah , walau sebenarnya dia selalu indah.

Hanya aku yang terlalu sibuk dengan pengap sampai tak sadar selalu ada cahaya dibalik pintu.


Mukena



Sebuah cerita tentang hari ini, sebelum masuk ruang ujian ngeliat mukena di loker depan kelas. Ngerasa gak asing sama itu mukena. Trus baru nyadar kalau mukena selama ini yg ditas ngilang wkwk awalnya ngira keselip dikosan ternyata emang hilang dikampus.

Ternyata emang kalau rezeki gak kemana ya padahal.itu mukena kalau dihitung-hitung udah hilang 3mingguan tapi siempunya gak nyadar-nyaar dicariin jga enggak kasian baget sih kamu mukena-,- …
Ehm, jadi bahan perenungan sore ini barang sekecil apapun kalau emang ditakdirkan jadi milik kita ya pasti akan diketemuin sama Allah. Apalagi untuk hal-hal penting Lainnya. Kalau udah ditakdirkan sama Allah pasti bakal diketemuin walau tanpa dicari dan gak bakal ketuker walaupun sekarang mungkin lagi sama yang lain.Yakin aja. :)
-Perenungan selama 15 menit terakhir UTS Ekonomi Mikro-


Suara


Kadang kudengar suaramu
Diantara riak sungai sebelah rumahku
Mengeja namaku dengan hati-hati
Lalu kutengok diantara tarian ikan-ikan lapar
Seperti tak nampak ada bibir yang bergerak
Kulihat lagi dengan seksama
Hanya Alir Hulu ke hilir yang menatap curiga
Dan akhirnya kusadar bukan dari sana suaramu berasal, tapi dari sini…
di pikiranku.


Sajak Desember



Kata mereka desember itu salju
Tapi salju enggan mampir ditanah ini, Lelah dengan hujan dan matahari yang selalu berebut bumi
Kata mereka desember itu akhir
Tapi bukankah akhir tak pernah benar-benar menjadi akhir, Selalu ada awal yang mengikuti
Kata mereka desember itu rindu
Tentang rindu yang telah menumpuk selama setahun
Tentang rindu yg ingin dibuang dalam ruang pertemuan
Lalu bagiku,
Desember adalah perihal melepas, melepas sesuatu yang tak pernah pasti.





Hidup itu perihal berjuang
Ada rasa sakit yang harus kau bawa
Ada rasa nyaman yang harus kau tinggal
Lalu ada hati yg mungkin harus kau patahkan
Entah milikmu sendiri atau milik orang-orang yang sempat kau gapai tangannya.


Berjuang, katamu.



Kau bilang setiap hati itu merdeka
Tapi kenapa hati yang disini masih kau jajah
Kau kata dirimu pejuang
Tapi sikapmu bak kompeni
Kau bisikkan itu hanya strategi
Logikaku mungkin tak percaya
Tapi perasaan terlalu berharap
Lalu kau pergi membawa bambu runcing
Katamu ingin berjuang
Tapi sekejap kulihat senjata dibalik bajumu.
Logika, Selamat kau menang malam ini.



Ada sunyi yang semakin hening
Ketika punggung kita mulai menjauh
Ada gelap yg semakin pekat
Ketika suara langkah kita mulai samar
Ada Hati yang mulai luntur Seiring genang kenangan mulai mengering ditimpa sang panas


Hujan pukul 23:31



Satu hal yang menarik tentang hujan.
Karena hujan dapat menghilangkan jejak airmata,
menyamarkan bising isakan dan meredam perasaan tak jelas ini.


Lihat. Jangan kau tanya.


  • A: Pak, bagimu apa arti kemiskinan?
  • B: Jangan tanya padaku arti kemiskinan. Kau lihat jumlah lubang pada dinding rumah,Tangisan anak2 kelaparan, Kotornya air minum kami. Semua yg kau lihat disini adalah kemiskinan.



Tulisan random dari hasil seminar dewi “dee” lestari. Menulis 5 menit tanpa stop. Tulisan ini gak berkonsep just for fun ajaaa..
Dinding berderik
Sinar kuning menyilau
Dudukku terdiam
Mata tertunduk
Pikirku melayang
Suara2 itu datang lagi
Tak tauku darimana
Gemerisik, Mengganggu.
Lebih baikku menjauh
Mataku mencari biru
Hatiku mencari putih
Tapi ragaku ada di kekosongan
Mereka tak bersua
Bisik angin menyapu
Aku ingin pulang
Pulang kemana? Logikaku bertanya
Pulang ke tempat sang rindu berasal. Batin ini Berucap.
*Jadi ceritanya tdi kita disuruh menulis selama 5 menit tanpa berfikir tanpa terkonsep. Mengalir begitu ajaa. Udah lama banget gak nulis kaya gini ternyata rindu banget :’)


Beda


Berbeda bukan berarti tak dapat bersama
Berbeda bukan berarti kita bermusuhan
Karena perbedaanlah yg membuat kita dapat bersama
Karena selama ini rasa saling menghormati yang membuat kita satu
Lalu masih pantaskah kita memperdebatkan siapa yg lebih baik diantara kita?
Sungguh aku sepi sendiri melihat mereka berargumen suatu hal yang tidak ada habisnya
Karena bagiku perbedaan inilah yang menyatukan kita…
Karena perbedaan disini begitu Indah…


Masa


Inilah masanya kita sibuk dengan urusan masing2, terlalu sibuk bahkan untuk sekedar melepas kata “hai”. Terlalu sibuk bahkan untuk menengok sedikit kebelakang. Atau mungkin terlalu bosan untuk saling bercakap tentang hal yg itu2 saja.
Kita mungkin sudah beranjak dewasa, sudah terlalu tua untuk membahas hal kanak2 itu. Terlalu tua untuk menertawakan masa lalu.
Lalu akhirnya, kita menjadi orang asing yg segan untuk saling menyapa.
Biarlah.


Menunggu


Bukankah kita dibawah naungan langit yg sama?
Bukankah kita tetap berpijak pada Bumi yang sama?
Lalu mengapa sulit sekali kutemui dirimu?
Mengapa Aku dan Kamu seolah selalu berselisihan?
Ya, Mungkin kita tak pernah tau bahwa sebenarnya Tuhan pernah mempertemukan kita, Sebagai orang asing saling bertemu mata, tak lama hanya sekejap lalu kembali menatap ketujuan masing-masing.
Kita masih saling menunggu, menunggu Tuhan mempertemukan kita sebagai 2 orang yg saling kenal, saling memikirkan, saling rindu, lalu saling jatuh cinta.
Mungkin jika kita fikirkan rasanya mustahil mempertemukan 2 orang yg saling suka diantara milyaran manusia yg ada di bumi ini. Peluangnya mungkin ada 10 angka dibelakang koma. Aish, angka itu tak berarti apa2 bagi Tuhan.
Karena jika Tuhan sudah menetapkan. Kita bisa apa?
-Just a random post-
(bukan baper)


“Aku baik-baik saja”


Lalu khayal ku melayang
Gambaran rumah jadi terbayang
Rasa ini kembali terulang
ahh Ingin segera kutemui kau duhai yang tersayang
Ayah, baru ku tau rasa rindu sebegini menyiksa..
Suaramu diujung telpon sana membuatku tak bisa berkata.
Ayah aku rindu.
Ibu, baru kutau pelukanmu begitu mahal
Satu-satunya pelukan yang dapat mengobati semua lara
Ibu peluk aku.
“Aku baik-baik saja” merupakan kebohongan terbesarku
Maaf.
Bukan tanpa alasan ku tak berkata jujur.
Tak tega rasanya mengungkap rasa ini, karena ku tau kalian pun juga merasakan yang sama.

Maaf anakmu ini begitu cengeng, Do'aku selalu untuk kalian.
-jakarta, 12 Ramadhan
dari si bungsu yang sedang berjuang-


Dan ini Djakarta


Dan ini Djakarta…
duit 100.000 bisa utk seminggu dan duit 10juta bisa hanya utk 1 hari
Dan ini Djakarta
diantara 100 org apatis selalu ada 1 orang yg peduli
Dan ini Djakarta 100 suku dapat hidup berdampingan
Dan ini Djakarta
lampu lalu lintas hanya bergantu warna tanpa memiliki makna
Dan ini Djakarta
tempat harapan berjuta-juta orang mencari nafkah
Dan ini Djakarta
tempat aku dan kamu bertemu
Tapi ini Djakarta
ku rasa kumulai jatuh cinta

Dirgahayu ke-488 ibukotaku, tempatku menuntut ilmu, tempatku menyimpan rindu.
Terimakasih telah mengizinkan ku berpijak dibumimu, menghirup udaramu,berlindung dibawah langitmu. Terimakasih.
Djakarta, 22 Juni 2015


Ego


Karena hidup tidak hanya tentang diri sendiri,
Karena banyak mimpi orang lain yang Tuhan titipkan ke kita.
Karena mimpi kita bukanlah skenario tuhan,
Karena do'a-do'a kita selama ini ingin diganti dengan yg lebih baik oleh tuhan,
Lalu masih pantaskah kita bersifat seegois ini?
Karena hidup tak sesederhana itu
Think again…


Aisyah


Aisyah, gadis usia SMP itu tengah asik memainkan gadget terbarunya berselancar dengan dunia penuh informasi terupdate, sambil sesekali mulutnya bersenandung mengikuti musik barat terbaru yang mengalun dari gadgetnya
Dari balik layar gadgetnya terlihat berbagai artikel gosip artis terkini. Artis A bercerai dengan Artis B, artis B menikah kembali dengan artis C. Pejabat ketahuan berselingkuh dengan seorang penyanyi muda. Artis X digosipkan cinlok dengan artis Bule Y. Dan blablabla.
Tangan mungil Aisyah asik menscroll layar membaca komentar-komentar netizen. Ada yg mendukung, mendo'akan, bahkan mengkritik dengan kata-kata kasar yang mengakibatkan perang komentar. Para fans mati-matian mendukung si Artis seolah-olah mereka kenal baik dengan si Artis.
Tangan mungil Aisyah kembali dengan lincah menekan beberapa new tab yang sedang memuat artikel lainnya. Mata indah si Cantik Aisyah serius menatap layar gadgetnya. Sorot matanya menunjukkan keingintahuan seorang gadis ibukota.
Aisyah, gadis belia itu dewasa sebelum waktunya.
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Jauh beribu-ribu kilometer dari tempat Aisyah duduk, Tampak Aisyah yang lain tengah berdiri Tegap dengan posisi tangan siap memegang senjata laras panjang. Matanya fokus melihat kekanan dam kekiri. Telinganya samar-samar mendengar ledakan disudut kota lainnya. Sambil benaknya berfikir siapa lagi orang yg dikenalnya yg harus dia antarkan ke pemakaman besok subuh.
Beberapa meter dari tempatnya berdiri, terlihat jenazah seorang kakek penjual roti yang sering memberi roti gratis kepada Aisyah dan teman-temannya ketika bermain di sekitar tokonya. Dari kepala kakek tersebut darah segar masih mengalir. Aisyah tak mual lagi melihat pemandangan seperti itu. Tak ada airmata dari balik matanya. Namun sorot matanya menunjukkan ketegaran dan kedewasaan seorang Gadis di tanah perang
Aisyah, gadis belia itu dewasa sebelum waktunya.

-Jakarta


Aku,Kamu,dan Sajak-sajak patahku


Jika kau adalah burung
maka aku adalah angin
Hanya terlewati tanpa sadar
kau rasakan tapi tak terlihat
Jika kau adalah tanah
Maka aku adalah hujan
telah kau buat jatuh dihadapanmu
lalu kau buat lenyap begitu saja
Dan jika ini adalah sajak
Maka sajak ini belum sempurna
dan aku takkan bisa menyelesaikannya
karena ini tentang kamu
Seseorang yang bahkan belum tampak…

Saat Iseng- kosan



Tahun Baru


Hari ini tepat tanggal 1 januari 2015, tahun kedua merayakan (dikos) tahun baru di perantauan. Sama seperti tahun2 sebelumnya. Gak ada yang special. Karena sejak kecil tidak pernah terbiasa merayakan tahun baruan. Membeli terompet tahun baru pun hanya sekali seumur hidup dan ditiup ketika tgl 31 desember gak lewat dari pukul 9 malam. Karena berisik. Ganggu tetangga.
Sekarang padahal udah tinggal dijakarta. Kota dengan acara tahun baru paling meriah(mungkin). Tapi tetap memutuskan untuk stay dikosan. Gak kemna2 bahkan sekedar ngumpul2 bareng temen bakar2( kosan orang).
Terlalu males jalan dimalam tahun baru, pasti jalanan macet. kelakuan org dijalan juga pasti semakin menggila karena mengejar waktu sampai ditempat perayaan tahun baru.
Disamping itu tugas PPDS yg baru dikasih tgl 31 desember 2014 dan seharus dikumpul malamnya pukul 23.59(tapi karena kebaikan dosen diundur jadi tgl 1 januari 2015), semakin menguatkan niat ini untuk tetap dikos.
Selain itu sebenarnya mindset sejak kecil yang selalu berfikir kalau apalah arti tahun baru? bukankah tahun baru hanya sekedar berganti tanggal? apa bedanya dengan tgl 1 januari ke 2 januari? atau tanggal 30 desember ke 31 desember?apakah dengan berubahnya penulisan tahun semua jadi tiba2 berubah jadi baik? semua tergantung pribadi masing2, apakah ingin berubah menjadi lebih baik atau tidak.bukankah seharusnya kita tak perlu menunggu tahun yang baru utk berubah?
terkadang pertanyaan diatas memiliki banyak jawaban. Bahkan terlampau banyak. Tergantung kita menanyakannya pada siapa,kapan,dan dari sisi mana.
mungkin satu yang kumengerti. Tahun baru adalah moment yang digunakan orang2 untuk berkumpul, dimana terkadang kita sebagai manusia terlalu sibuk.dengan urusan masing2 sehingga perlu 1 waktu untuk sekedar melepas lelah…
Mau merayakan atau tidak semua tergantung kita. Yang jelas jangan berlebihan karena segala sesuatu yang berlebihan tentu tidak baik.
Salam.Dari kasur kosan.Sembari mendengar letupan kembang api tetangga(mungkin stock kemaren belum habis).Sekian.



Unfinished


Sadarku posisi telah terganti, tapi seperti tak peduli. Ya, aku tak peduli. Mungkin aku bosan. Mungkin pula aku sudah memasuki tahap ini.Dewasa. Sadar bahwa semuanya akan berubah, tak mungkin selalu sama. Sadar bahwa kita semua harus mulai menerima dan belajar untuk mengerti.
Karena terkadang kita harus berjalan sendiri, berlari sendiri, agar tak ketinggalan. Atau mungkin terkadang kita harus berdiam sendiri, istirahat sejenak. Lalu kembali berlari.
Hanya terkadang teringat, jangan sama seperti yang lain, tengoklah kebelakang tuk sejenak, lihatlah dan bantulah selagi kau mampu.


Curhat: Reason


Tak pernah terpikir impian masa kecil untuk menjejakkan kaki diibukota akan tercapai, bahkan tak hanya menjejakkan kaki untuk sekedar liburan, tapi merantau.Adek merantau bang, meneruskan belajar di kampung orang.
Dulu ketika kecil, sangat ingin mendapat peringkat pertama karena selalu diiming-imingi hadiah akan ke jakarta ketika.liburan, lalu ketika harapan itu tercapai,rasa puaslah yg dirasa tak terpikir lagi hadiah itu.
Siapa yang tau bahwa Tuhan menjamah do'a sederhana itu dan menyimpannya lalu memberikannya sekarang dalam bentuk yang terbaik dan pada waktu yg terbaik.
Tak pernah terpikir bahwa akan bertemu, berteman, lalu berkangen-kangen ria dengan anak-anak yang berbeda bahasa ibu.
Lalu tak pernah terpikir juga bahwa suatu pelajaran hitung-hitungan akan sesulit ini. Tak pernah terbayang juga harus menghapal eh membuktikan rumus yang udah terbukti. Tak pernah terlintas juga dalam pikiran akan menghabiskan masa kuliah dengan notasi sigma dan integral hampir disemua mata kuliahnya.
Tak pernah terpikir juga akan bertemu dan belajar(baca:diajari)bersama dengan anak-anak yg cerdas, rajin, pintar, yang membuat seorang anak dari dusun ini ciut.
yah hidup memang misteri Illahi… tapi yang jelas everything happens for a reason. kenapa kamu ada disini. untuk apa kamu disini. Semua ada alasannya. atau mungkin kamu adalah alasan bagi hidup seseorang. semua sudah ada yang mengatur. Karena tak ada yang kebetulan dalam hidup ini.

-Hanya curhat dimalam hari, sambil mendengar gerimis hujan dibumi otista.


Sang Pengamat


Selalu menyenangkan memerhatikan orang lain, melihat tingkah laku mereka, menebak-nebak apa yang ada di pikiran mereka.
Bahkan terkadang menerka-nerka, bagaimana pandangan mereka satu sama lain.
membayangkan siapa pemeran utama kita yang akan menang atau mungkin sang pemeran utama dikalahkan oleh pemeran pembantu, atau mungkin kali ini pemeran utama akan digantikan oleh sang pengamat. Who knows?
karena jika kita adalah populasi
dan metode yg kita gunakan adalah probability sampling bukankah peluang kita untuk terpilih dalam suatu sampel adalah sama? :)

-Dalam suasana absurd, Djakarta-


Lupa


ketika semuanya fokus pada satu masalah, lantas kepada siapa lagi harus berkeluh kesah?
bukan mereka tak peduli, tapi hanya tak ingin menambah beban.
bukankah dari dulu pun aku jarang tuk beradu?
ahh, aku lupa ada Dia yg selalu setia menjadi tempat peraduan,tempat menumpahkan beban. Lupa. Sungguh terkadang aku lupa. Apakah Dia juga lupa? kali ini kuharap Tuhan jangan kau lupakan aku…
Menjelang isya, Djakarta.



Dalam setiap usaha terdapat faktor X, yakni kedekatan kita terhadap Tuhan,Orangtua,dan lingkungan sekitar yang akan menunjang kesuksesan kita
modul UTS

11 Desember 2014



Karena setiap orang memiliki sisi hitam dan putih, maka lihat seseorang dari 2 sisi tersebut..

Indira,2014


Obat Rindu


Ketika jarak adalah pembatas

Maka waktu adalah pintunya

Ketika rindu adalah penyakit

Maka pertemuan adalah obatnya

Namun ketika jarak belum bertemu dengan waktu

Dan rindu ini semakin kritis,

Do’a adalah obat terpaten yang dapat kau lakukan…


Hujan disini tak sama


Jika kita berada di bawah langit yg sama lalu mengapa hujan disini tak senyaman hujan disana? mengapa pelangi disini tak secerah pelangi disana?

aku masih bertanya dan langit masih tak menjawab…