Data



Tiba-tiba banyak orang yg pinter ngomong soal data. Cerdas sekali berkomentar dengan angka-angka. Teliti sekali dengan sumber data-data. Kritis sekali memilah sumber yang katanya bisa dipercaya.
Padahal beberapa hari sebelumnya sebuah lembaga penyedia data di negri ini baru saja “di kebiri” (entah hanya kata ini yg terfikir) oleh salah satu media mainstream. Framing yang sangat jahat seolah-olah mengajak masyarakat tidak percaya akan data yg telah dihasilkan. Narasi jahat yg membuat masyarakat ragu dengan integritas para tukang cacah itu. Istilah “Statistisi boleh salah tapi tidak boleh bohong” sepertinya belum pernah didengar oleh para pemilik media-media negri ini.
.
.
Buat para “pengamat data dadakan” yang meragukan data. Cobalah tanya pada diri sendiri apakah sudah jujur dalam menjawab pertanyaan yg diajukan para petugas pengumpul data? Apakah anda menerima dengan baik para petugas pengumpul data? Apakah selama ini anda tahu bahwa seluruh WNI BERKEWAJIBAN menurut UU untuk menjawab pertanyaan yg diajukan oleh petugas sensus/survei?
.
.
Yah, mental inilah yang sedang dialami bangsa kita,tahu sedikit tetapi merasa ahli. Sedikit tahu sudah berani menyalahkan para ahli.
.
.
.
Sebenarnya agak ragu untuk berkomentar tentang masalah ini karena apalah aku, hanya mahasiswa tingkat akhir yg masih kebingungan mencari data untuk skripsi. Masih berkutat dengan metode analisis yang pas.
Belum mengerti dunia kerja pencacahan nanti. Mungkin para ahli dapat membenarkan tulisan ini jika dianggap salah πŸ˜„
.
.
.
Data ada untuk mencari solusi. Bukan untuk diperdebatkan. 


0 komentar:

Posting Komentar